HAL – HAL YANG MENYEBABKAN DATANGNYA MURKA ALLAH SWT

Oleh : Syafri Salmi

Bencana atau malapetaka memang tidak bisa kita memastikan kapan datangnya, semuanya itu bisa saja terjadi kapanpun kalau Allah menghendaki hal tersebut untuk  terjadi. Allah SWT tidak menurunkan bencana begitu saja, akan tetapi bencana itu baru diturunkan karena ada penyebab yang mengundang bencana itu untuk terjadi.

Pepatah minang mengatakan Indak Mungkin ado asok kalau Indak ado api. Tidak mungkin sesuatu itu akan terjadi kalau tidak ada sebab penyebabnya.

Akan tetapi Sebelum bencana itu  terjadi, Allah SWT telah mengingatkan para hambanya agar selalu memelihara diri dari kemurkaan Allah tersebut, karena Azab Allah SWT tersebut sangatlah pedih.

 

 

  Hal ini dikatakan Allah SWT dalam Q. S Al – Anfal : 25, yang artinya “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.

Jadi dalam ayat diatas Allah SWT memerintahkan kepada kita manusia sebagai hambanya untuk selalu menjaga diri dari hal – hal yang menyebabkan datangnya murka Allah tersebut. 

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, yang intinya bahwa Rasulullah SAW bersabda, ada  beberapa hal yang menyebabkan datangnya bencana dan kemurkaan  Allah SWT, yaitu :

1. Zina dilakukan Secara Terang – Terangan

 

 

“Tidaklah muncul perbuatan keji (zina) pada suatu kaum hingga mereka melakukannya secara terang –  terangan kecuali Allah akan menimpakan kepada mereka wabah dan berbagai penyakit (tho’un) Yang belum pernah menimpa  orang-orang sebelum mereka”.

 Berdasarkan hadits Rasulullah SAW diatas, salah satu penyebab datangnya kemurkaan Allah SWT adalah kemaksiatan dilakukan secara terang – terangan. Contohnya perzinaan dikerjakan secara terang – terangan, sehingga  akibat dari perzinaan yang dilakukan tersebut  Allah menurunkan azab berupa penyakit ( Tho’un ) yang belum pernah Allah berikan terhadap umat – umat sebelumnya.

Barangkali inilah yang telah diperlihatkan Allah SWT kepada umat saat ini sebagai bentuk 

 

 Kemurkaan Nya. Penyakit kelamin berjangkit, yang sampai sekarang belum ada obat yang mampu untuk menyembuhkannya.

2. Umat mengurangi takaran dalam Menimbang

“Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangannya niscaya mereka akan ditimpa dengan tandusnya tanah, paceklik sepanjang tahun serta berkuasanya penguasa-penguasa yang zhalim”

Berdasarkan hadits Rasulullah diatas, hal yang kedua yang menyebabkan murka Allah itu terjadi adalah apabila umat sudah tidak berprilaku jujur lagi dalam melakukan suatu perbuatan, contohnya dalam menimbang, apabila dalam menimbang sesuatu lalu mengurangi dari takaran timbangan yang sebenarnya maka   Allah akan menurunkan azab

 

Yaitu dijadikan tanah sebagai tanah yang tandus. Kita lihat saat ini, bahwa betapa banyaknya tanah yang biasa dijadikan sebagai lahan untuk mencari rezki bagi umat demi kelangsungan hidup seperti sawah tempat bercocok tanam, ladang tempat berkebun banyak yang tandus akibat tidak adanya air, hal ini sangat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia, Ini barangkali juga bentuk dari murka Allah yang diperlihatkan kepada umat saat ini.

3. Apabila Umat Sudah Enggan Untuk mengeluarkan Zakat

“Tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat hartanya kecuali Allah akan menimpakan kepada mereka bencana dengan tidak diturunkannya hujan dari atas langit kepada mereka dan kalaulah bukan karena binatang ternak niscaya

 

Allah akan menahan turunnya hujan selama-lamanya.

Jadi dari hadits Rasulullah SAW diatas dijelaskan, hal yang ketiga yang menyebabkan azab Allah tersebut datang apabila umat sudah enggan untuk mengeluarkan zakat dari sebahagian harta yang dimilikinya. Saat ini kita lihat orang memilah – milah dalam  mengerjakan ibadah, sebagai bukti kita lihat dalam melaksanakan ibadah zakat dan ibadah haji, keduanya sama – sama indikator dari rukun Islam yang lima.

Ibadah zakat yang dianjurkan mengeluarkannya apabila harta yang dimiliki sudah mencapai nisab, namun dilapangan kita lihat masih banyak umat yang enggan untuk mengeluarkannya, tidak ada  kita dengar orang yang antri untuk     membayarkan zakat bahkan yang    

 

Kita dengar hanyalah orang yang antri untuk menerima zakat, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.

Akan tetapi dalam pelaksanaan ibadah haji, yang merupakan indikator rukun Islam juga, orang berlomba – lomba untuk melaksanakannya, seandainya mendaftar dari sekarang untuk lima tahun kedepannya belum tentu kita bisa berangkat menunaikan ibadah haji tersebut. Bahkan sudah ada yang sampai dua atau tiga kali melaksanakan ibadah haji tersebut, padahal kita tau wajib haji tersebut adalah satu kali dalam seumur hidup.

Inilah yang mesti kita renungkan, ibadah zakat dan haji sama – sama rukun Islam, akan tetapi mengapa mesti memilah – milah dalam melaksanakannya.

 

 

  

HAL – HAL YANG …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s