KONSEP DAKWAH DALAM ALQUR’AN

Image

OLEH :  SYAFRI SALMI

         Berdakwah merupakan kewajiban bagi kita setiap muslimin, karena allah menciptakan manusia dimuka bumi adalah sebagai khalifah fil ard. Dalam melaksanakan kegiatan tentu ada aturan yang mesti kita patuhi, begitu juga dengan dakwah, yang merupakan amanah yang diberikan Allah kepada hambanya tentu juga mesti mengikuti aturan – aturan dakwah yang dijelaskan oleh Allah tersebut.

            Didalam berdakwah ada beberapa hal yang mesti kita perhatikan, diantaranya :

  1. Dakwah hendaklah mengemukakan alternati, Allah berfirman dalam Q.S Hud : 78

                Artinya : Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji.     Luth berkata: “Hai kaumku, Inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, Maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. tidak Adakah di antaramu seorang yang berakal?”

                Menurut sejarah yang kita ketahui, bahwasannya umat nabi luth pada waktu itu suka melakukan hubungan seksual sesama jenis ( homoseksual ), jadi dalam melakukan dakwahnya Nabi luth tidak hanya sekedar melarang umatnya meninggalkan perbuatan itu saja, akan tetapi mencarikan solusinya agar permasalahan yang terjadi dapat diatasi, dalam ayat diatas Nabi luth memberikan solusinya dengan menawarkan putri – putrinya terhadap kaumnya, ini merupakan suatu pelajaran juga bagi pendakwah, yang selalu menyampaikan kebenaran. Disamping menyampaikan kebenaran tersebut alangkah baiknya juga diiringi dengan mengemukakan alternatif untuk menyelesaikan masalah tersebut.

      2. Isi Dakwah hendaknya seruan untuk berfikir dan beriman yang berlandaskan Ilmu pengetahuan

            Firman Allah dalam Q.S Al ambiya’ : 52 – 54

                  Artinya : (ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung Apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” Mereka   menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak Kami menyembahnya”. Ibrahim berkata: “Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata”.

           Dalam ayat diatas pada masa nabi Ibrahim, yang kaum pada waktu itu menyembah patung – patung, termasuk ayahnya sendiri yang bernama azar.

           Berdasarkan firman Allah dalam Q. S Al ambiya’ : 52 – 54 diatas dijelaskan bahwa nabi ibrahim melaksanakan tugas dakwahnya dengan mengemukakan alternatif dengan mengajak kaum terebut untuk berfikir, “ patung –patung apa ini yang kamu tekuni ( yang disembah ) “ kaumnya menjawab “ Kami mendapati bapak – Bapak kami menyembahnya “

Ibrahim berkata “ sesunggunya kamu dan bapak – bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata “

           Jadi disamping mengemukakan argumen dalam berdakwah, isi dakwah kita hendaknya dapat menggugah diri kita sendiri dan juga orang lain untuk merenung dan berfikir terhadap apa yang dilakukannya, apakah itu adalah perbuatan sesat yang dimurkai oleh Allah, kemudian juga kita berikan alternatif dengan mengarahkan untuk berbuat kebaikan atau beriman kepada Allah.

       3. Dakwah baru berjalan maksimal apabila didukung dan dilaksanakan secara berjama’a

            Allah berfirman dalam Q.S Ataubah : 71

          Artinya : Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

            Firman Allah ini merupakan motifasi bagi kita kaum muslimin dalam melaksanakan amal jama’i. Bekerja sama serta untuk selalu istiqamah dalam mengemban dakwah. Karena dalam berdakwah juga membutuhkan kepedulian dari semua pihak, apabila sesama kita sudah sama peduli dan saling berperan dalam melaksanakan dakwah ini, insyaallah kebenaran yang disampaikan akan terlaksana dengan maksimal.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s