Sampah dibuang jadi Penyakit, ditabung jadi duit

ImageSampah dibuang jadi penyakit, sampah ditabung jadi duit, Tulisan ini muncul karena penulis terinspirasi dari sebuah motto Adiwiyata yang terpampang didekat gerbang  sebuah Sekolah Dasar yang ada dikelurahan Kubu Tanjuang, Kabupaten Agam. Kalimat ini ringkas akan tetapi memiliki banyak inspirasi bagi orang yang mau memaknai isi yang terkandung dalam kalimat ini.

Istilah sampah pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Jika mendengar istilah sampah, pasti yang terlintas dalam benak kita adalah setumpuk limbah yang tidak berguna, kadangkala sampai menimbulkan aroma bau busuk yang sangat menyengat, sampah juga diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan. Ya siapa sich yang suka dengan sampah, yang namanya barang bekas, kadangkala banyak dipandang sebagai material yang tidak berguna lagi, sehingga dibuang menumpuk di TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ).

Besarnya tumpukan sampah yang tidak dapat ditangani tersebut akan menyebabkan berbagai permasalahan baik langsung maupun tidak langsung, baik bagi penduduk kota apalagi penduduk yang tinggal di sekitar tempat penumpukan sampah tersebut. Dampak langsung dari penanganan sampah yang tidak dikelola secara bijaksana akan menimbulkan banyak mudharatnya seperti berjagkitnya berbagai penyakit seperti penyakit kulit serta gangguan pernafasan, dan penyakit lainnya. Kemudian dampak tidak langsungnya terjadinya bahaya banjir yang disebabkan oleh terhambatnya saluran air baik di got maupun di sungai karena terhalang oleh timbunan sampah yang dibuang ke saluran air tersebut.

Selain sampah yang menumpuk akan berpengaruh juga pada perubahan iklim, sehingga mengakibatkan terjadinya pemanasan global. Seperti yang telah kita ketahui bahwa pemanasan global terjadi akibat adanya peningkatan gas-gas rumah kaca seperti uap air, karbondioksida, metana, dan dinitrooksida. Semua zat ini yang menyebabkan terjadinya pemanasan Global, zat tersebut terjadi, salah satunya dari pembakaran-pembakaran sampah plastik yang di lakukan. Sehingga saat ini  udara  panas disiang sangat terasa.

Tentu kebiasaan seperti ini  yang perlu kita robah, yang biasanya sampah menjadi hal yang tidak berguna dan diabaikan, sekarang bagaimana kita memamfaatkan sampah ini menjadi hal yang berguna dan bermamfaat.

Sampah Alam misalnya, seperti daun – daunan, ranting kayu, yang berasal dari alam itu sendiri, biasanya kita tumpuk dan dibakar, akan tetapi untuk saat ini kebiasaan seperti ini yang akan kita robah. Sampah alam yang ada ditengah – tegah kehidupan kita setiap hari, kita kumpulkan dan kita kelolah menjadi hal yang ramah lingkungan dan bermamfaat. Sampah tersebut ditumpuk dalam suatu tempat, lalu ditimbun dengan tanah dan ditutup dengan plastik, biarkan lebih kurang dua atau tiga bulan, lalu dibukak plastiknya kembali. Sampah yang dulunya daun – daunan sekarang sudah berobah menjadi kompos, yang bisa digunakan untuk memupuk tanaman atau dijual yang menghasilkan uang, lahirlah pengusaha kompos yang bermamfaat bagi banyak orang. Wow bayangkan berapa banyaknya sampah alam yang belum kita kelola dengan baik. Jika dikelola dengan bijak, sampah alam yang biasanya terbuang sia – sia, atau dibakar, sekarang kita olah menjadi kompos yang bermamfaat dan tidak merusak lingkungan.

Penulis juga pernah menyaksikan sendiri, pengalaman yang baru pertama kali dalam hidup penulis, disekolah tempat penulis melaksanakan Praktek Lapangan, suatu hari sekolah tersebut menginstruksikan kepada siswanya untuk membawa sampah atau daun – daunan satu kantong asoi masing – masing siswa kesekolah. Penulis berfikir untuk apa sampah – sampah ini bagi pihak sekolah, kalau murid disuruh membawa sampah kesekolah, secara otomatis sekolah tersebut berarti kekurangan sampah donk…ini becanda penulis terhadap pihak sekolah,,e  ternyata sampah tersebut dimamfaatkan untuk cara pembuatan kompos yang diperlihatkan langsung kepada siswa. Inilah salah bentuk pemamfaatan dari sampah untuk diolah menjadi hal yang bermamfaat

Kemudian juga dari sampah – sampah plastik bekas bungkus minyak goreng misalnya, dengan berbagai merek yang ada, seperti bimoli dan merek lainnya, dari pada dibuang begitu saja, alangkah baiknya dikumpulkan, dibersihkan, dirangkai, menjadi hal yang bermamfaat, seperti dirangkai menjadi tas cantik yang bentuk sederhana tetapi memiliki nilai jual yang lumayan, tas dari plastik yang menarik. Menggunakan kembali barang bekas adalah wujud cinta kita terhadap lingkungan.

Tentunya cari ini akan lebih baik digunakan dari pada kita membakar sampah, atau mengabaikan sampah yang pada intinya memiliki nilai jual yang menghasilkan, asalkan kita mau memamfaatkannya menjadi barang yang berguna.  

Sampah dibuang akan menimbulkan Berbagai Penyakit, akan Tetapi Sampah ditabung akan menjadi Duit. ( By : Syafri Salmi )

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s